Selasa, 21 Agustus 2012

Money Management


Hati-hati, uang anda bisa menguap begitu saja jika anda tidak memperhatikan manajamen resiko trading. Ingatlah bahwa forex trading tergolong sebagai investasi yang sifatnya high risk. Artinya forex trading tergolong memiliki resiko tinggi. Salah satu yang tertinggi diantara instrumen investasi keuangan lainnya.
Faktor resiko yang harus Anda ketahui sebelum memulai forex trading :
  1. Memiliki kemungkinan kehilangan dana dengan cepat.
  2. Arus dana sangat cepat (very liquid)
  3. Tidak ada metode trading yang dapat menjamin Anda pasti untung 100%. Ada banyak metode trading yang bagus namun tidak ada satu pun yang dapat menjamin untung 100%.
  4. Forex trading bukanlah sebuah “quick rich scheme” yang dapat membuat
Anda kaya mendadak tanpa harus bekerja keras. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Kerja keras merupakan bagian yang tak terpisahkan dari mereka yang mengalami kesuksesan finansial dalam hidupnya. Termasuk  mereka yang sukses melalui forex trading.
Diperlukan kerja keras untuk mempelajari analisa dan perilaku pasar sehingga
kita dapat menebak arah pergerakan harga dengan akurat. Begitu juga
diperlukan mental ekstra ketika hasil trading tidak sesuai dengan yang kita
harapkan.
Tanyakanlah pada trader-trader sukses yang Anda kenal, apakah mereka pernah mengalami jatuh bangun dalam trading mereka. Dan jawabannya hampir pasti adalah “ya”. Kesuksesan hanyalah disediakan bagi mereka yang mau berusaha dan belajar terus menerus meperbaiki dirinya. Nah berkaitan dengan resiko yang harus dihadapi jika kita hendak memulai investasi di forex, diperlukan kiat-kiat khusus untuk memperkecil, atau bahkan membalikkan posisi kita yang tadinya minus menjadi kembali positif dan memperoleh untung.
Berikut beberapa kiat dan manajemen resiko yang bias anda ambil :
  1. Cut Loss
    Merupakan aksi menutup posisi Anda yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar. Cut loss digunakan untuk membatasi kerugian yang dialami sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.
    Sebagai contoh,
    katakanlah kita sedang membuka posisi kita pada GBP/USD Open Buy pada harga 1.8000. Membuka posisi Buy berarti kita mengharapkan harga naik melebihi 1.8000 sehingga kita memperoleh untung. Harapan kita harga bergerak misalnya hingga 1.8100 sehingga kita bisa memperoleh profit 100 point. Namun apa daya, ternyata harga bergerak berlawanan dengan yang kita harapkan. Ternyata harga bergerak turun terus menerus dari 1.8000 menjadi 1.7980 dan masih menunjukkan tendensi turun.
    Nah daripada kita mengalami kerugian lebih lanjut dan akhirnya mengalami margin call maka lebih baik posisi ditutup meskipun kita menanggung kerugian 20 point (1.8000 menjadi 1.7980 = -20 point). Aksi ini dinamakan cut loss yaitu menutup posisi yang merugi guna mencegah kerugian yang lebih besar.
    Detail Kasus Lainnya: 
    Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 sebanyak 5 lot. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.
    Ternyata harga bergerak turun tak menentu. Dengan segala pertimbangan, Tuan A ingin menutup begitu saja posisinya pada 1.8825. Sehingga Tuan A rugi 25 point (1.8825-1.8850 = -0.0025)
    Maka:
    Profit/Loss = (1.8825 – 1.8850) x 100000 x Jumlah lot = -0.0025 x 100000 x 5 = – $125 (Tuan A mengalami kerugian $125)
  2. Switching
    Aksi ini mirip dengan cut loss, namun bedanya setelah menutup posisi kita yang merugi, kita membuka posisi baru dengan arah yang sama dengan pergerakan harga pasar.
    Pada kasus yang sama dengan cut loss diatas, maka kita menutup posisi kita di 1.7980 lalu kita membuka sebuah posisi baru Open Sell karena harga cenderung mengalami penurunan. Dengan demikian jikalau harga terus turun katakanlah mencapai 1.7900 maka secara keseluruhan kita mengalami loss 20 point namun memperoleh profit sebesar 80 points (1.7980-1.7900 = 80) sehingga total kita masih memperoleh profit 60 points.
    Contoh kasus
    Mr. X memperkirakan harga akan NAIK. Jadi untuk mendapat keuntungan dia memutuskan membeli (Buy) dengan harapan harga akan naik sehingga dia bisa menjual dengan harga yang lebih mahal dan mendapat selisih Keuntungan. Tapi ternyata bukannya naik, malah TURUN harganya.
    Dan setelah analisa ulang, Mr. X berkesimpulan perkiraannya bahwa harga akan naik ternyata SALAH. Jadi apa yang harus dia lakukan??? Daripada melawan harga pasar dan menderita kerugian, lagipula harga akan turun lebih jauh dari sekarang dia memutuskan menutup posisi Buy nya yang merugi dan kemudian membuka posisi baru Sell (dengan harapan harga akan turun). Dan ternyata harga terus turun sehingga dia mengalami keuntungan melebihi kerugian yang diterima di posisi Buy yang dia tutup sebelumnya. Kemudian dia menutup posisi Sell tersebut dan menerima keuntungan.
    Tips Untuk Anda: # Lakukan hanya bila prediksi keuntungan switching melebihi nilai kerugian posisi pertama yang akan ditutup. # Kalau ternyata harga berubah ternyata sesuai dengan prediksi pertama, maka anda akan menderita kerugian 2 kali, yaitu posisi pertama dan posisi kedua juga
    Detail Kasus:
    Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 sebanyak 10 lot. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900. Ternyata harga bergerak turun tak menentu. Dengan segala pertimbangan, Tuan A ingin menutup begitu saja posisinya pada 1.8825. Sehingga Tuan A rugi 25 point (1.8825-1.8850 = -0.0025)
    Maka:
    Profit/Loss = (1.8825 – 1.8850) x 100000 x Jumlah lot = -0.0025 x 100000 x 10 = – $250 (Tuan A mengalami kerugian $250)
    Kemudian Tuan A menganalisa lagi dan memprediksi harga dan diketahui harga akan terus bergerak turun, maka Tuan A membuka posisi Sell sebanyak 10 lot. Tak beberapa lama harga turun. Pada akhirnya Tuan A menutup posisinya pada 1.8740. Tuan A mendapatkan keuntungan 80 point (1.8820 – 1.8740 = 0.0080)
    Maka :
    Profit/Loss = (1.8820 – 1.8740) x 100000 x Jumlah lot = 0.0080 x 100000 x 10 = $800
    Keseluruhan hasil dari dua trading tadi adalah
    Trading I = -$250
    Trading II = $800
    Laba = $800 – $250 = $550
  3. Averaging 
    Cara ini memerlukan modal ekstra untuk mempertahankan posisi yang telah kita buka yang ternyata bergerak berlawanan dengan harga pasar. Katakanlah pada kasus yang sama dengan contoh Cut Loss diatas, maka jika kita hendak melakukan aksi averaging maka kita membuka posisi baru namun dalam hal ini tidak seperti switching yang menutup posisi kita yang mengalami kerugian lalu membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sebelumnya dengan alasan harga telah bergerak turun. Pada averaging kita tidak menutup posisi kita yang telah dibuka (pada kasus ini Open Buy) lalu bahkan kita menambahinya dengan membuka posisi baru dengan arah yang sama, yaitu Open Buy kembali!
    Mengapa demikian???
    Bukankah kita telah melakukan Open Buy sebelumnya dan mengalami kerugian, lalu mengapa kita melakukan Open Buy kembali? Alasannya sederhana, kita berharap karena harga telah turun maka harga akan kembali naik sehingga ketika kita melakukan aksi Open Buy yang kedua diharapkan harga bergerak naik bahkan melampaui Open Buy kita yang pertama sehingga kita memperoleh keuntungan ganda.
    Contoh Kasus :
    Mr. X memprediksi bahwa harga akan naik maka dia membuka posisi Buy. Namun harga ternyata bergerak turun. Mr. X segera menganalisa lagi dan kesimpulannya harga hanya akan turun sesaat dan akan kembali naik sesuai analisa sebelumnya Dia memutuskan membuka posisi buy baru saat harga turun sehingga ketika harga naik kembali dia bukan hanya memiliki 1 posisi yang profit tapi 2 sekaligus. Ternyata benar, tidak lama kemudian harga naik dan kemudian Mr. X menutup kedua posisi nya tersebut, yang pertama dan yang kedua.
    Detail Kasus:
    Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 sebanyak 5 lot. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900. Ternyata harga terkoreksi dan bergerak turun. Tuan A kembali membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8825 sebanyak 10 lot. Dia juga memasang Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.
    Lalu tak lama kemudian harga kembali terkoreksi dan menyentuh 1.8900. Dengan demikian Tuan A mendapatkan 2 keuntungan dari 2 posisi yang telah dibuka :
    Posisi I : Profit/Loss = (1.8900-1.8850) x 100000 x 5 lot= $250
    Posisi I = $ 250
    Posisi II : Profit/Loss = (1.8900-1.8825) x 100000 x 10 lot = $750
    Posisi II = $ 750
    Jumlah Profit kedua posisi : $ 250 + $ 750 = $ 1000
Ketiga manajemen resiko diatas sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Jadi, betapa sayangnya kita mengalami kerugian hanya karena kita tidak mengetahui hal diatas. Namun apakah dengan mengetahui ketiga manajemen resiko tersebut kita dipastikan tidak pernah mengalami loss?
Jawabannya tentu saja tidak. Kalau Anda cermati, ketiga manajemen resiko diatas bertumpu pada satu hal : kemampuan kita menganalisa pergerakan harga. Ya, memang itulah inti dari forex trading. Manajemen resiko bahkan tidak pernah menjadi efektif apabila kita tidak mampu melakukan analisa dengan benar dan akurat.
Jadi, mengetahui analisa adalah keharusan dalam memulai investasi di forex trading. Masih banyak yang harus dipelajari dalam memasuki dan berinvestasi didunia forex. Kita baru saja mempelajari bagian terluar dari investasi ini. Yang penting Anda belajar dan belajar terus.

Minggu, 05 Agustus 2012

Forex Gratis


Blog ini berisi informasi bagaimana belajar bisnis forex trading.  Bisnis forex trading atau bisnis jual beli mata uang asing saat ini sudah semakin mudah dilakukan. Dengan modal akses internet anda sudah bisa melakukan transaksi jual beli mata uang asing melalui layar komputer dengan modal kecil bahkan tanpa modal kecuali modal akses internet.
Bisnis forex termasuk dalam investasi dengan tingkat resiko tinggi. Yang menarik sekali pasar forex ini terus berkembang secara pesat. Hal ini disebabkan karena bisnis ini juga dapat memberikan tingkat keuntungan yang tinggi bila dikelola secara benar ditambah pula dengan proses transaksi yang semakin mudah melalui internet.
Bagi pemula tentu saja tidak disarankan untuk terjun langsung dalam real (live) trading, karena tanpa pengetahuan dan pengalaman yang cukup bisnis forex ini hanya akan menjadi arena “judi” yang akan menghabiskan uang Anda. Dalam berbisnis tentunya anda tidak mau berjudi kan?
Untuk itu ada tips sederhana agar bisa belajar bisnis forex dan melakukan transaksi (trading) dengan resiko minim.  Tipsnya adalah memilih broker forex online yang tepat yang menyediakan akun live dan virtual serta sekaligusmemberikan anda bonus modal untuk belajar live trading dengan modal kecil.  Hal ini akan dibutuhkan untuk menambah pengalaman trading anda secara live. Saat ini broker forex online yang kami rekomendasikan di sini adalahAGEA-Marketiva.
AGEA – Marketiva  merupakan broker forex dengan reputasi baik dan terpercaya yang menyediakan akun live dan virtual untuk trading serta yang paling istimewa mereka memberikan bonus sing up uang sungguhan sebanyak $5 ( lima Dollar)  untuk anda tanpa perlu deposit, agar bisa melakukan live trading.  Sehingga anda tidak perlu lagi mengeluarkan modal untuk live trading (walau anda bisa menambahnya bila mau). Oleh karena itu Marketiva cocok bagi anda yang ingin belajar bisnis forex trading tapi memiliki modal minim.
Belajar bisnis forex trading dengan metode belajar teori sambil praktek akan membuat anda lebih cepat memahami proses transaksi bisnis forex.  Dan untuk mendukung pengetahuan anda, anda bisa membaca berbagai ebook tentang forex yang bisa anda download secara gratis.
Untuk mulai bisnis forex trading Anda perlu melakukan tiga langkah mudah dibawah ini;
1. Mendaftar akun dan konfirmasi ID (identitas) di AGEA-Marketiva
2. Download – Instalasi Streamster, dan
3. Mengenal instrumen transaksi di AGEA-Marketiva
Untuk mulai belajar bisnis forex,  mari kita mulai langkah pertama   Cara Mendaftar di AGEA-Marketiva
Catatan: Keuntungan Trading Forex di AGEA-Marketiva:
  • Gratis bonus $ 5 langsung di live account saat mendaftar
  • Bebas Komisi
  • Bebas Bunga (0% Overnight Interest)
  • Real Time Quotes, Charts and News
  • Bisa Hedging/Lock (lindung nilai)
  • Modal Bebas dan Tanpa Initial Deposit
  • Jarak (Spread) Sell/Buy yang rendah
  • Bisa Trailing Stop (manual)
  • Jarak Stop atau Limit kurang dari 2 pips
  • Tersedia fasilitas otomatis order maupun manual order
  • Contract Size bebas dan fleksibel
  • Fasilitas chat dan diskusi online
  • Software platform trading yang mudah digunakan dan tidak rumit
  • Mendukung Mini Forex dan Regular
  • Trading Signals Gratis
  • Layanan Live Support 24 jam multi bahasa termasuk Bahasa Indonesia
  • Mendukung Pembayaran Bank Wire Trasnfer, Web Money, Liberty Reserve dan E-Dinar
  • Legal dan Aman

Jumat, 03 Agustus 2012

Pengalaman Bisnis Forex

Setelah denger dari selentingan orang, dan mendengarkan kabar burung yang begitu merdu bunyinya akhirnya saya mulai belajar forex trading, setelah 3 bulan berlalu bertapa menimba ilmu perforexkan akhirnya saya mencoba melakukan demo trading dan wow.... hasilnya menakjubkan digit demi digit angka terus bertambah, akhirnya dengan percaya diri yang begitu besar saya memberanikan diri membuka akun trading di broker ternama tapi ternyata kisah pilu dan perih akhirnya terjadi, apa yang di impikan ternyata terbalik arah seperti posisi-posisi open saya dari hari kehari... al hasil ludeslah uang yang sudah dikumpulkan selama 3 th, rasanya perih lebih sakit dari putus cinta ....seperti bumi itu runtuh... dan hanya bisa menyesali atas apa yang terjadi.
Setelah kejadian tersebut dalam hati berkata forex i had you.... ga bakalan ku sentuh dirimu lagi... dendam hati ini dendam... ternyata aku termakan rayuan manismu... jangan sampai anak cucuku nanti mengalami nasib yang sama seperti aku... lebih baik ku singkirkan semua tentang dirimu..
he..he.. begitulah kisah tragis ketika baru terjun di forex trading.. mungkin temen-temen juga pernah mengalami hal yang sama ketika baru terjun di forex trading, nah mungkin saya akan sedikit memberkan tips agar kejadian diatas tidak terjadi kepada Anda, jadi ga banyak modal yang dikorbankan dan ga stress... trading dengan hati yang tentram tanpa beban...
- Sebaiknya untuk awal terjun di forex anggaplah Anda sedang belajar jangan mencari profit dulu.. proses  belajar minimal satu tahun yaitu 6 bulan belajar teori dan melakukan demo trading dan 6 bulan melakukan real trading. Mulai dengan modal yang kecil dulu misal $25 pilih broker yang mau menerima dana kecil dan banyak ada di internet tinggal googleing, nah bisa tidak trading Anda konstan dan terus bertambah?
- Konsentrasi pada satu pair dulu, jangan bertrading dengan berpindah-pindah pair usahakan sampai nglotok tuh pair sehingga Anda betul-betul mengerti karakter pada suatu pair.
- Jangan pernah meninggalkan Money Management
- Hindari trading dengan target, bertradinglah dengan mencari style trading terbaik 
- konsisten dengan gaya trading Anda ketika anda sudah menemukan style trading terbaik sesuai karakter Anda jangan berubah-ubah
mungkin itu sedikit tips buat temen-temen trader yang newbe seperti saya. Inipun saya lakukan setelah kejadian memilukan tersebut Alhamdullilah sekarang sudah lebih baik dan mulai ada hasil dan saya tetep terus akan belajar hingga trading forex bisa sebagai sumber penghasilan.

Sabtu, 19 Mei 2012

Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) 2012


Surabaya (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh membantah jika Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) tahap I (Januari--Maret) tahun 2012 belum dibayarkan.
"Semuanya sudah selesai pada awal April lalu, karena itu dananya sekarang ini sudah ada di tingkat provinsi, tapi faktanya memang ada yang sudah tuntas 40 persen, 10 persen, dan seterusnya," katanya di sela-sela pembukaan Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) 2012 di Surabaya, Jumat.
Tentang keterlambatan sampai ke tangan para guru, ia menyatakan hal itu masih dipelajari karena kasusnya mungkin sama dengan proses pencairan BOS tahun 2011 yang terhambat persoalan teknis administrasi.
"Kalau kendalanya teknis, tentu akan dibenahi, tapi kalau karena masalah lain, tentu akan dipelajari. Yang jelas, kami akan memastikan penyebab terhambatnya pembayaran itu," katanya.
Menurut dia, bila penyebabnya sama dengan kasus BOS tahun 2011, maka pembayaran TPP tahap II (April--Juni) sudah harus lancar dan terbayarkan semuanya paling lambat pada awal Juli mendatang.
"Saya harapkan keterlambatan itu hanya terjadi pada tahap pertama, tapi untuk tahap berikutnya sudah harus lancar," katanya. 
Waduh pak, tolong TPP 2012 ini bisa lebih lancar, jangan sampai seperti tahun 2010 hanya dibayar 11 bulan, 2011 dibayar 10 bulan.
Sumber : 

M Nuh bantah Tunjangan Profesi Pendidikan belum dibayarkan - AntaraNews.com

www.antaranews.com

Kamis, 17 Mei 2012

Bisnis Forex

Mungkin istilah ini sudah tidak asing lagi di telinga anda, namun bagi anda yang belum paham betul tentang forex akan kami jelaskan secara singkat.
Forex sendiri kependekan dari Foreign Excange yang berarti perdagangan mata uang atau valuta asing alias valas, jadi semacam money changer? Ya.. kurang lebih begitulah, tetapi forex bukan sekedar money changer, karena di bisnis ini anda bisa memperoleh keuntungan yang tidak terbatas walaupun kemungkinan anda kehabisan modal juga sangat besar. Kalau pake istilah kerennya High Gain High Risk, itu sudah pasti hampir semua bisnis itu mengandung resiko, tinggal bagaimana kita bisa meminimalkan resiko tersebut.

Lalu bagaimana caranya? Sabar bro step by step akan saya jelaskan. Sebelum berkembangnya dunia internet perdagangan valas hanya dilakukan di pasar uang yang dilakukan secara offline dengan waktu yang terbatas, tapi dengan berkembangnya internet banyak broker atau pialang yang memberikan peluang bagi semua orang, baik kaya miskin, pejabat atau rakyat jelata, laki-laki perempuan yang penting ada jaringan internet ada uang lebih (karena kalau anda menggunakan uang belanja anda, bersiap-siaplah untuk jadi gelandangan).

Oke yang diperdagangkan dalam forex adalah pasangan (pairs) mata uang yang biasa diperdagangkan di dunia contoh USD/JPY, GBP/USD, AUD/JPY dan sebagainya. Jadi forex artinya membeli/menjual suatu mata uang terhadap mata uang yang lainnya dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga naik/turun.
Oke sampai disini jelas???
Baiklah saya ilustrasikan begini:
Buy EUR/USD berarti anda membeli Euro dan menjual USDollar
Sell USD/JPY berarti jual USDollar dan beli Yen Jepang
Contoh :
Buy EUR/USD 1.3000 berarti beli 1 Euro dan menjual 1.3000 USDollar.

OK sementara itu dulu, nanti di postingan berikutnya akan saya lanjutkan.
Please leave your comment (Tolong tinggalkan komentar anda)